Showing posts with label Sistem Basis Data. Show all posts
Showing posts with label Sistem Basis Data. Show all posts

Thursday, 17 November 2016

Peranan Utama Basis Data

Basis data memiliki peranan penting dalam suatu organisasi, dan dimanfaatkan untuk sejumlah tujuan yang mendukung tujuan utama organisasi.
Peranan utama basis data antara lain sebagai berikut:

1. Ketersediaan (availability) : basis data harus diorganisasi sedemikian rupa sehingga data selalu tersedia ketika diperlukan, walaupun secara fisik penyimpanan file-file datanya tidak harus berada pada satu lokasi, tetapi dengan teknologi jaringan komputer file-file data ini secara logis tersedia bagi penggunanya.

2. Kecepatan dan kemudahan (speed) : basis data harus bisa menjamin bahwa data dapat diakses dengan mudah dan cepat ketika diperlukan.

3. Kelengkapan (completeness) : data yang tersimpan dalam basis data harus lengkap, dengan kata lain dapat melayani semua kebutuhan penggunanya, walaupun kata lengkap adalah relatif terhadap kebutuhan setiap orang, namun basis data menjamin kemudahan dalam menambah koleksi data, menjamin kemudahan dalam memodifikasi struktur data seperti penambahan field-field data.

4. Keakuratan (accuracy) : data dalam file-file database diorganisasi sedemikian rupa sehingga dapat menekan kesalahan-kesalahan pada saat pemasukan (dataentry) dan pada penyimpanan (datastore).

5. Keamanan (security) : sistem basis data yang baik pasti menyediakan fasilitas pengamanan data sehingga data tidak dapat diakses, dimodifikasi, diubah, atau dihapus oleh orang yang tidak diberi hak. Sistem basis data harus bisa menentukan siapa yang boleh meng-akses data siapa yang tidak boleh, dengan demikian data dapat diamankan

6. Pemakaian bersama (data sharing) : basis data umum-nya dirancang agar dapat digunakan oleh berbagai unit kerja, dan tidak terbatas pada satu pemakai, pada satu lokasi, atau satu aplikasi saja

7. Effisiensi penyimpanan (space/storage efficiency) : organisasi basis data dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menghindari duplikasi data (redundancy), karena duplikasi data memperbesar ruang penyimpanan. Sistem pengkodean dan relasi data yang diterapkan pada basis data dapat menghemat ruang penyimpanan

Pengertian dan 3 Level Abstraksi Data

Pengertian Abstraksi Data

Abstraksi data merupakan tingkatan/level dalam bagaimana melihat data dalam sebuah sistem basis data.

3 Level abstraksi data:

1. Level Fisik (Physical Level) –Internal Level

Level fisik merupakan level paling rendah yang menggambarkan bagaimana sesungguhnya suatu data disimpan.
Pada level ini representasi dari organisasi data disimpan sebagai teks, angka, atau himpunan bit data. Mengetahui bahwa data disimpan dalam beberapa file/tabel, seperti file pegawai, file keluarga,dll


2. Level Logik/Konseptual (Conceptual Level)

Memperhatikan data apa sebenarnya (secara fungsional) disimpan dalam basis data dan hubungannya dengan data yang lainnya.
Level ini menggambarkan data apa yang disimpan dalam database dan hubungan relasi yang terjadi antara data dari keseluruhan database. Pemakai tidak memperdulikan kerumitan dalam struktur level fisik lagi, penggambaran cukup dengan memakai kotak, garis,dan hubungan secukupnya.

3. Level Penampakan (View Level) –External Level

Level abstraksi data tertinggi yang hanya menunjukkan sebagian saja yang dilihat dan dipakai dari keseluruhan database, sesuai dengan kebutuhan pemakai.

bagi user yang menggunakan terasa sebagai satu kesatuan data yang kompak.

Keuntungan dan Kerugian Pemakaian Sistem Basis Data

Keuntungan

1. Mengurangi redundansi. data yang sama pada beberapa aplikasi cukup disimpan sekali saja.

2. Menghindarkan inkonsistensi. karena redundansi berkurang, sehingga umumnya update hanya sekali saja.

3. Terpeliharanya integritas data. data tersimpan secara akurat.

4. Data dapat dipakai bersama-sama. data yang sama dapat diakses oleh beberapa user pada saat bersamaan.

5. Memudahkan penerapan standarisasi. menyangkut keseragaman penyajian data.

6. Jaminan sekuriti. data hanya dapat diakses oleh yang berhak.

7. Menyeimbangkan kebutuhan. dapat ditentukan prioritas suatu operasi, misalnya antara update (mengubah data) dengan retrieval (menampilkan data) didahulukan update.

 

Kerugian

1. Mahal

  • Diperlukan hardware tambahan
    - CPU yang lebih besar
    - Terminal yang lebih banyak
    - Alat untuk komunikasi
  • Biaya performance yang lebih besar
    - Listrik
    - Personil yang lebih tinggi klasifikasinya
    - Biaya telekomunikasi yang antar lokasi / kota

2. Kompleks

3. Prosedur Backup dan Recovery Sulit

Pengertian, Komponen dan Tujuan Sistem Basis Data

Definisi :

Sistem Basis Data merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan file (tabel) yang saling berhubungan (dalam sebuah basis data di sebuah sistem komputer) dan sekumpulan program lain untuk mengakses dan memanipulasi file (tabel) tersebut.

Komponen Sistem Basis Data

  • Hardware
  • Data
  • Sistem Operasi
  • Software DBMS : MySQL, Ms. SQL Server, Interbase, Paradox, Ms. Access, Oracle, DB2
  • Pemakai : Programmer, User Aplikasi
  • Aplikasi Lain

TUJUAN

  • Mencegah data redudancy dan inconsistency
  • Mempermudah dalam melakukan akses terhadap data
  • Mempertimbangkan data isolation
  • Mencegah concurent access anomaly
  • Mempertimbangkan masalah ke-amanan data
  • Mempertimbangkan masalah integritas